July 26, 2008
Learn the form, Seek the formless
Mempelajari aikido melalui bentuk untuk mendapatkan pemahaman tanpa bentuk.
Sesuatu yang unik yang bisa didapatkan dari Seni Bela Diri Aikido adalah kita diajak untuk memahami bahwa kita memulai dan melakukan segala sesuatu melalui jalan dan proses yang benar mengikuti jalannya hingga kita mencapai suatu tingkat pemahaman tertentu, dan pemahaman saat ini bisa jadi tidak relevan lagi dimasa datang dimana tingkat pemahamannya sudah lebih matang atau berada satu tingkat diatasnya.
Diskusi menarik ini sering diungkapkan oleh Yosy Revalo Sensei disela-sela latihan; diawal-awal berlatih saya belum mengerti dengan maksudnya, namun seiring dengan proses latihan saya mulai memahami bentuk dan makna dari apa yang disampaikan beliau.
Salah satu diskusi yang sering dibahas adalah : mempelajari bentuk untuk menemukan tanpa bentuk, ketika berlatih aikidoka diajarkan untuk selalu bergerak sesuai dengan kaidah-kaidah natural seperti tetap pada center line dan bergerak dengan harmonis sehingga tidak menimbulkan konflik, lalu tahap berikutnya dari gerakan dasar tersebut akan muncul pemahaman “awase” dimana seorang nage menyatu dengan uke dimana proses penyatuannya sendiri lebih berlangsung secara spiritual dan energi tidak kasat mata yang sangat sulit dijelaskan, ikatan spiritual dan energi inilah yang kemudian harus dipertahankan pada level berikutnya yang disebut “musubi” disini nage harus terus menjaga dan mengikatkan diri dengan uke dan mempertahankan koneksitas energi dan jiwa sehingga praktisi aikido dapat menghindari serangan dan mengarahkan serangan lawan ketitik yang kosong.
Sensei sendiri tidak pernah menggunakan istilah spiritual; ini hanya bentuk pemahaman saya sendiri dimana awase adalah proses menyatukan diri dengan uke, penyatuan sesungguhnya terjadi secara energi dan spiritual, dengan memahami dan menerima jiwa (keinginan) uke (untuk menyerang) maka awase terjadi, yang sulit adalah proses musubi dimana setelah kita bisa menerima dan menyatu kita harus mempertahankan ikatan tersebut hingga teknik selesai.
Awase – Musubi adalah pemahaman tanpa bentuk yang harus dipelajari dari bentuk gerakan dasar, pemahaman ini tidak bisa diberikan namun sedikit demi sedikit akan datang dengan sendirinya.
Proses pemahaman ini akan terus berlanjut, bagai potongan-potongan puzzle yang muncul dan dikumpulkan sedikit demi sedikit membentuk sebuah pemahaman dengan gambaran yang lebih jelas dikemudian hari.
Teknik “No Touch” dimana nage bisa menjatuhkan lawan sebelum bersentuhan misalnya membutuhkan pemahaman-pemahaman yang lebih lanjut melalui teknik-teknik dasar aikido (kihon). Ketika pemahaman itu datang maka teknik aikido dapat dilakukan dengan pemahaman yang sama tapi dengan bentuk yang berbeda-beda (formless).
Karena itu “Pelajari bentuk dan pahami yang tanpa bentuk” jangan menghafalkan bentuknya tapi pahami maksud dari gerakannya.
Ini yang menjadikan Aikido tidak hanya melatih tubuh dan mental tapi juga secara spiritual. Praktisi baru sebaiknya open mind dan jangan dipikirkan namun di rasakan melalui “ukemi” sebuah proses untuk belajar menerima.
Popularity: 8% [?]
Related Posts





Mohon penjelasan mengenai extend ki, basic yang perlu dipahami bagi pemula aikido