Refleksi: Apa yang terjadi tidak seperti yang terlihat.
Posted on September 1, 2009
Filed Under Refleksi, Ilusi |
Pada suatu hari malaikat tua mengajak malaikat muda untuk turun ke bumi,
mereka berjalan cukup jauh hingga waktu sudah cukup malam dan bertemu dengan sebuah rumah penduduk yang cukup megah dan mewah.
Setelah mengetuk pintu dan menyampaikan maksud mereka untuk bermalam dirumah tersebut, tuan rumah mempersilahkan mereka makan malam dan menginap.
Ketika makan malam, tuan rumah menyajikan makan malam seadanya bagi kedua tamu mereka, sementara mereka makan sajian yang lengkap dan mewah.
Selesai makan tuan rumah mempersiapkan gudang bawah tanah yang dingin dan berdebu dengan 2 lembar selimut tipis untuk kedua tamu mereka, sementara mereka tidur dikamar yang hangat dan sangat nyaman.
Tengah malam malaikat yang lebih Tua bangun memperbaiki dan menambal beberapa lubang didinding gudang bawah tanah tersebut.
Keesokan harinya kedua malaikat pamit dan melanjutkan perjalanan.
Berjalan cukup jauh melintasi beberapa desa hingga akhirnya malam tiba dan kedua malaikat kembali mengetuk sebuah rumah petani yang sangat sederhana untuk menginap.
Keluarga petani mempersilahkan mereka masuk dan mempersiapkan makan malam terbaik dengan mengeluarkan seluruh persediaan makanan yang mereka miliki untuk kedua tamu mereka, sementara mereka sendiri hanya makan nasi putih dan sedikit ikan asin.
Setelah selesai, kedua tamu dipersilahkan tidur di kamar mereka yang walau tidak bagus tapi merupakan yang terbaik dirumah itu, sementara mereka sendiri tidur dilantai ruang tamu yang sempit dan dingin.
Keesokan harinya kedua malaikat terbangun karena mendengar Tangisan keluarga petani, yang melihat sapi peliharaan mereka satu-satunya mati di kandangnya.
Malaikat muda berkata kepada malaikat yang tua :
Ini sungguh tidak adil!! Mengapa dirumah pertama yang kita datangi kamu memperbaiki rumahnya padahal mereka orang yang serakah dan tidak berbudi, sedangkan keluarga ini malah kehilangan satu-satunya sumber penghidupan mereka dan kau tidak melakukan apapun!
Malaikat tua dengan tenang menjawab :
Apa yang terjadi tidaklah seperti yang terlihat.
Melihat kebingungan malaikat muda, kembali malaikat tua menjelaskan :
Dirumah pertama dibalik dinding berlubang terdapat tumpukan emas, saya menutupnya agar pemilik rumah tidak mengetahui keberaadaan emas-emas tersebut.
Sementara tadi malam dirumah ini ketika semua sedang tertidur lelap, Malaikat kematian datang hendak mengambil nyawa Ibu pemilik rumah, dan saya memberikan sapi itu sebagai gantinya….
Popularity: 9% [?]
Comments
Leave a Reply