Email Berantai: Simpati Vs Rasio.

Posted on July 18, 2008
Filed Under Pikiran, Ilusi, Teknologi, Tips | Del.icio.us

Pernah / sering menerima email dengan isi yang mirip seperti beberapa contoh dibawah ini?

Please help this girl (she is only 4 1/2 months) and she is very sick
and by forwarding this email to all your contacts, you will help her
by contributing 10 cents for her operation.

atau

Alexandra adalah korban selamat dari kebakaran hebat,tapi dia harus fight untuk bisa bertahan hidup dan menghadapi masa depannya. Dia bayi 14 bulan, terbakar hampir seluruh kujur tubuhnya. Bahkan wajahnya pun juga terbakar. Dia hanya punya separo wajah normal. Sekarang dia di rawat di Rs. Cracow, Polandia. dan spesialis kulit sedang intensive mengawasinya. Tapi dia masih harus lama untuk di rawat dan mungkin untuk di rehab wajahnya, tapi keadaan ekonomi kedua orang tuanya sangatlah terbatas.. Sekarang menunggu bantuan kita semua. For each forwarded email her parents will get 3 cents. Untuk setiap email yang di forward, orang tuanya akan mendapat 3 cent ).

Umumnya orang yang menerima dan membaca email ini langsung merasa iba dan tersentuh sehingga tanpa pikir panjang langsung mengikuti instruksi untuk memforwardkan email ini.

Namun bila saja anda mau lebih teliti dan tidak hanya memanfaatkan emosi yang sudah dimanipulasi oleh “pikiran” maka anda akan menemukan kejanggalan dan menyadari bahwa email semacam ini tidak benar. Tujuan dari pencipta email ini adalah untuk membuktikan efektivitas dari efek “Dramatisasi” kepada pembaca agar tanpa disadari “Otak/pikiran” yang memang sudah terlatih untuk bekerja sesuai polanya langsung merasa “iba/kasihan/simpati” sehingga tidak mempertimbangkan lagi faktor rasio dimana seharusnya otak bekerja.

Sekarang mari kita pelajari kejanggalan-kejanggalan yang ada :

  1. Dramatisasi kejadian tidak pernah mencantumkan alamat, negara, lokasi, waktu kejadian, dan juga tidak ada informasi di RS mana korban dirawat, sehingga tidak mungkin di konfirmasi.
  2. Coba pelajari potongan email diatas, tertulis jelas bahwa pembaca tidak perlu mengeluarkan uang tapi cukup memforwardkan email sudah bisa membantu, bahkan setiap email yg diforward bernilai 3~10 cent.
    Disini manipulasi pikiran bekerja, “So What? saya tidak rugi, tidak perlu keluar uang tapi bisa menolong…” jadilah pembaca menforwardkan email tersebut kemana-mana.

Sampai disini coba kita analisa dahulu kondisi diatas:

Siapa / lembaga apa yang telah berbaik hati untuk menolong dengan cara ini? Karena jelas perlu ada sistem monitoring dan audit yang ketat agar bisa menyampaikan dana sebesar 3-10cents kepada korban berdasarkan email yang diforward. Selanjutnya kita sebut saja mereka ini sebagai Auditor

Dari mana auditor tersebut mengetahui berapa banyak email yg diforward? sistem apa yg digunakan? jawabannya : “TIDAK ADA!”. Kecuali anda memberikan CC email kepada auditor tidak mungkin mereka akan tahu kepada siapa saja email itu pergi, namun anda perlu lebih waspada lagi bila Email tersebut meminta anda memberikan CC email kepada alamat tertentu untuk pengecekan… karena itu juga merupakan salah satu trick kuno yang digunakan spammer… mungkin masih ada yg ingat beberapa tahun lalu ada email menyebar yang katanya akan memberikan Handphone jenis terbaru dari Sony Ericsson, setiap email yg diforward harus memberikan CC kepada sang spammer yang kemudian alamat-alamat email tersebut dijadikan database untuk digunakan kegiatan spammingnya.

Kembali ke permasalahan semula, siapa yang telah berbaik hati menjadi donatur korban? kalau memang dia mau bantu dan bisa kenapa tidak langsung saja? kenapa harus tergantung seberapa banyak emailnya di forward? Tidak masuk akal kan?

Saya mengajak para pembaca untuk turut serta menghentikan penyebaran email yang membodohi dan memanipulasi pikiran orang, dan bukan itu saja email berantai semacam ini hanya mengganggu, memenuhi mailbox, dan membebani traffics internet, makin banyak email ini beredar makin boros dan lambat koneksi internet kita.

*** STOP FORWARD EMAIL BERANTAI !

Gunakan logika, pelajari email seperti ini sebelum di forward.

Popularity: 30% [?]

Comments

Leave a Reply