Meditasi, Kosong atau Hening?
Posted on April 28, 2008
Filed Under Meditasi | Del.icio.us
Ini juga pertanyaan saya sewaktu belum mengenal / mempelajari meditasi. Saya tertarik untuk kembali membahas mengenai hal ini ketika baru-baru ini ada seorang kenalan yang mengatakan hal yang sama.
Umumnya anggapan orang meditasi adalah proses mengosongkan pikiran, dan dianggap berbahaya / menyimpang dalam kepercayaan tertentu.
Sejak mengenal meditasi hingga hari ini saya tidak menemukan satu refferensi pun yang menyebutkan bahwa meditasi adalah “kosong” atau mengosongkan pikiran, dan benar kalau sampai pikiran kosong maka sangat berbahaya bagi praktisinya. Bisa jadi praktisi tersebut malah ke-”masukan” roh jahat atau kehilangan kesadarannya.
Sesungguhnya meditasi adalah proses mengheningkan pikiran, ketika pikiran hening maka disana kita akan menemukan kedamaian batin (baca: The Power of Now, karya Eckhart Tolle). Ketika hening maka kita bisa mendengar dan merasakan apa yang selama ini sesungguhnya sudah ada didalam diri dan didepan mata kita. Dalam meditasi kita menyatu dengan alam dan menyadari bahwa kita adalah rangkaian dari alam dan sesungguhnya kita terhubung dan terkait antara satu dan yang lainnya.
Ada perbedaan besar antara “Hening” dan “Kosong“, hening adalah proses dimana pikiran berhenti berpikir, pikiran berhenti melontarkan ide-ide, pikiran berhenti bercakap-cakap dengan diri kita sendiri, tetapi dengan kesadaran penuh pikiran tetap siaga, awas dan memantau diri serta lingkungan sekitar dalam keadaan diam.
Dalam keheningan kita belajar untuk mengenali diri, alam dan Sang Pencipta, disana kita belajar meningkatkan kesadaran diri seutuhnya tanpa intervensi dan manipulasi dari pikiran. Dalam keheningan tidak ada bayang-bayang kepedihan masa lalu, dalam keheningan tidak ada ilusi masa depan, yang ada hanya masa kini, saat ini, detik ini.
Hanya diam dan mengamati…
Popularity: 33% [?]
Comments
Leave a Reply